BAB XV - Pengisian Jabatan Antar Waktu
Pasal: 48–50 | Kembali ke: Indeks AD & ART NU
Pasal 48 - Pengisian Jabatan Antar Waktu Syuriyah PBNU
Section titled “Pasal 48 - Pengisian Jabatan Antar Waktu Syuriyah PBNU”(1) Bila Rais ‘Aam berhalangan tetap Wakil Rais ‘Aam menjadi Pejabat Rais ‘Aam.
(2) Bila Wakil Rais ‘Aam berhalangan tetap Rais ‘Aam menunjuk salah seorang Rais.
(3) Bila keduanya berhalangan tetap Rapat Pleno PBNU menetapkan Pejabat keduanya.
(4) Bila Mustasyar, Rais, Katib ‘Aam, Katib, A’wan berhalangan tetap diisi melalui Rapat PB Harian Syuriyah, disahkan dengan SK PBNU.
Pasal 49 - Pengisian Jabatan Antar Waktu Tanfidziyah PBNU
Section titled “Pasal 49 - Pengisian Jabatan Antar Waktu Tanfidziyah PBNU”(1) Bila Ketua Umum berhalangan tetap Wakil Ketua Umum menjadi Pejabat Ketua Umum.
(2) Bila Wakil Ketua Umum berhalangan tetap Ketua Umum menunjuk salah seorang Ketua.
(3) Bila keduanya berhalangan tetap Rapat Pleno PBNU menetapkan Pejabat keduanya.
(4) Bila Ketua, Sekjen, Wasekjen, Bendum, Bendahara berhalangan tetap diisi melalui Rapat PB Harian Tanfidziyah, disahkan SK PBNU.
(5) Bila Ketua Lembaga berhalangan tetap diusulkan PH Lembaga, ditetapkan Rapat Harian Tanfidziyah, disahkan SK PBNU.
Pasal 50 - Pengisian Antar Waktu di Bawah PBNU
Section titled “Pasal 50 - Pengisian Antar Waktu di Bawah PBNU”Untuk PWNU, PCNU, PCINU, MWCNU, PRNU, PARNU: prinsip-prinsip Pasal 48 dan 49 berlaku mutatis mutandis.