Lewati ke konten

Perkum No. 10/2022 - Tata Cara Rapat

Dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama ini yang dimaksud dengan:

  1. Rapat adalah suatu pertemuan dalam rangka membuat keputusan dan ketetapan perkumpulan yang dilakukan di masing-masing tingkat kepengurusan.
  2. Keputusan dan ketetapan adalah hasil musyawarah yang diperoleh dari rapat.
  3. Kuorum rapat adalah batas jumlah minimum peserta rapat sebagai syarat sah dilaksanakannya rapat.
  4. Peserta adalah pihak yang terlibat dan ikut menentukan sah tidaknya rapat.
  5. Pemimpin rapat adalah pengurus perkumpulan yang bertanggung jawab mengatur jalannya rapat.
  6. Sekretaris rapat adalah pengurus perkumpulan yang bertanggung jawab mencatat pembicaraan, keputusan dan ketetapan hasil rapat.
  7. Risalah rapat adalah hasil rekaman lengkap rapat dari pembukaan sampai penutupan, baik secara tertulis, rekaman audio visual dan/atau menggunakan teknologi lainnya.
  8. Rapat-rapat lain adalah rapat yang diselenggarakan sesuai kebutuhan perkumpulan.

Jenis-jenis rapat terdiri dari:

  1. Rapat Kerja Nasional
  2. Rapat Pleno
  3. Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah
  4. Rapat Harian Syuriyah
  5. Rapat Harian Tanfidziyah; dan
  6. rapat-rapat lain.

Rapat dapat dilakukan secara:

  1. luar jaringan (luring/offline)
  2. dalam jaringan (daring/online); dan/atau
  3. luar jaringan dan dalam jaringan (hybrid).

(1) Rapat Kerja Nasional adalah rapat untuk membicarakan perencanaan, penjabaran dan pengendalian operasionalisasi keputusan Muktamar, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar.

(2) Rapat Kerja Nasional dihadiri oleh Pengurus Besar Lengkap Syuriyah, Pengurus Besar Lengkap Tanfidziyah, dan Pengurus Harian Lembaga. 136 Keputusan Konferensi Besar NU Tahun 2022 (3) Rapat Kerja Nasional diadakan satu kali dalam setahun.

(4) Rapat Kerja Nasional yang pertama diadakan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah Muktamar.

(5) Rapat Kerja Nasional sebagaimana ayat (3) dilaksanakan setiap awal tahun untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

(6) Rapat Kerja Nasional tidak membuat keputusan yang menjadi kewenangan Muktamar, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar.

(7) Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional diputuskan dalam Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

(1) Rapat Kerja Nasional dipimpin oleh Rais ‘Aam dan Ketua Umum.

(2) Rais ‘Aam dan Ketua Umum dapat mendelagasikan tugasnya sebagai pimpinan Rapat Kerja Nasional kepada jajaran pengurus di bawahnya.

(1) Hasil Rapat Kerja Nasional termasuk berita acara harus ditandatangani oleh pimpinan rapat.

(2) Apabila pimpinan rapat berhalangan, dokumen hasil rapat ditandatangani oleh pimpinan rapat yang ditunjuk sebagaimana Pasal 5 Ayat (2).

(3) Keputusan Rapat Kerja Nasional mengikat seluruh unsur pengurus dan dapat mengoreksi/membatalkan keputusan Rapat Pleno.

(1) Rapat Pleno adalah rapat yang dilaksanakan oleh perkumpulan yang dihadiri oleh Mustasyar, Pengurus Lengkap Syuriyah, Pengurus Harian Tanfidziyah, Ketua Lembaga, dan Ketua Umum/Ketua Badan Otonom sesuai tingkatannya.

(2) Rapat Pleno diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

(3) Rapat Pleno membicarakan pelaksanaan program kerja dan/atau hal-hal lain yang perlu diputuskan oleh tingkatan kepengurusan masing-masing.

(4) Pemberitahuan pelaksanaan rapat pleno dan agenda rapat disampaikan secara resmi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari pelaksanaan baik melalui surat elektronik dan/atau surat fisik (hard file).

(1) Rapat Pleno dipimpin oleh Rais Aam/Rais sesuai tingkatannya.

(2) Rais ‘Aam/Rais dapat mendelegasikan pimpinan rapat kepada Ketua Umum/Ketua.

(1) Hasil-hasil Rapat Pleno, termasuk berita acara harus ditandatangani oleh Rais ‘Aam/Rais/Wakil Rais, Katib ‘Aam/Katib/Wakil Katib sesuai tingkatannya.

(2) Apabila Rais ‘Aam/Rais, Katib ‘aam/Katib berhalangan maka dokumen hasil rapat ditandatangani oleh pimpinan rapat yang ditunjuk.

(3) Hasil-hasil Rapat Pleno mengikat seluruh unsur organisasi dan dapat mengoreksi atau membatalkan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

BAB V - Rapat Harian Syuriyah Dan Tanfidziyah

Section titled “BAB V - Rapat Harian Syuriyah Dan Tanfidziyah”

(1) Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah dihadiri oleh pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah di tingkatan kepengurusan masingmasing.

(2) Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah dilaksanakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.

(3) Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah membahas kelembagaan perkumpulan, pelaksanaan dan pengembangan program kerja.

(4) Materi Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah adalah laporan pelaksanaan program dan kegiatan oleh Pengurus Harian Tanfidziyah kepada Pengurus Harian Syuriyah.

(5) Materi rapat harus disampaikan kepada peserta rapat sebelum rapat dilaksanakan;

(6) Pemberitahuan pelaksanaan dan agenda Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah disampaikan secara resmi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari pelaksanaan baik melalui surat elektronik dan/atau surat fisik (hard file).

(1) Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah dipimpin oleh Rais Aam/ Rais.

(2) Rais ‘Aam dapat mendelegasikan pimpinan rapat kepada Wakil Rais Aam/Wakil Rais.

(1) Dokumen-dokumen hasil Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah ditandatangani oleh Rais ‘Aam/Rais, Katib ‘Aam/Katib, Ketua Umum/Wakil Ketua Umum/Ketua, Sekretaris Jenderal/Wakil Sekretaris Jenderal/Sekretaris/Wakil Sekretaris sesuai tingkatannya.

(2) Apabila Rais ‘Aam/Rais berhalangan maka dokumen hasil rapat ditandatangani oleh pimpinan rapat yang ditunjuk.

(3) Keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah mengikat seluruh pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah dan dapat mengoreksi atau membatalkan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan atau keputusan Rapat Harian Tanfidziyah.

(4) Risalah dan/atau hasil keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah dibagikan kepada peserta rapat pada hari yang sama setelah rapat berakhir

(1) Rapat Harian Syuriyah dihadiri oleh pengurus harian Syuriyah dan dapat mengikut sertakan Mustasyar.

(2) Rapat Harian Syuriyah diadakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.

(3) Rapat Harian Syuriyah membahas kelembagaan perkumpulan, pelaksanaan dan pengembangan program kerja.

(4) Rapat Harian Syuriyah melalui pengurus harian Tanfidziyah dalam hal ini Sekretaris Jenderal/Sekretaris dapat mengundang lembaga, Badan Khusus dan Badan Otonom.

(5) Pemberitahuan pelaksanaan Rapat Harian Syuriyah dan agenda rapat disampaikan secara resmi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari pelaksanaan baik melalui surat elektronik dan/ atau surat fisik (hard file).

(1) Rapat Harian Syuriyah dipimpin oleh Rais Aam/Rais.

(2) Rais ‘Aam dapat mendelegasikan pimpinan rapat kepada Wakil Rais Aam/Wakil Rais.

(1) Dokumen-dokumen hasil Rapat Harian Syuriyah ditandatangani oleh Rais ‘Aam/Rais.

(2) Apabila Rais ‘Aam/Rais berhalangan maka dokumen hasil rapat ditandatangani oleh pimpinan rapat yang ditunjuk.

(3) Keputusan Rapat Harian Syuriyah mengikat seluruh pengurus harian Syuriyah.

(1) Rapat Harian Tanfidziyah dihadiri oleh Pengurus Harian Tanfidziyah.

(2) Rapat Harian Tanfidziyah dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan sekali.

(3) Rapat Harian Tanfidziyah membahas kelembagaan perkumpulan, pelaksanaan dan perkembangan program kerja.

(4) Rapat Harian Tanfidziyah dapat mengundang pengurus harian Lembaga, Badan Khusus dan Badan Otonom.

(5) Pemberitahuan pelaksanaan Rapat Harian Tanfidziyah dan agenda rapat disampaikan secara resmi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari pelaksanaan baik melalui surat elektronik dan/ atau surat fisik (hard file).

(1) Rapat Harian Tanfidziyah dipimpin oleh Ketua Umum/Ketua.

(2) Ketua Umum/Ketua dapat mendelegasikan pimpinan rapat kepada Wakil Ketua Umum/Ketua/Wakil Ketua.

(1) Dokumen-dokumen hasil Rapat Harian Tanfidziyah ditandatangani oleh Ketua Umum/Ketua.

(2) Apabila Ketua Umum/Ketua berhalangan maka dokumen hasil rapat ditandatangani oleh pimpinan rapat yang ditunjuk.

(3) Keputusan Rapat Harian Tanfidziyah mengikat seluruh Pengurus Harian Tanfidziyah.

(4) Risalah dan/atau hasil keputusan Rapat Harian Tanfidziyah dibagikan kepada peserta rapat dan dilaporkan kepada Rais Aam/ Rais pada hari yang sama setelah rapat berakhir.

(1) Rapat yang diselenggarakan sesuai kebutuhan yang diperlukan oleh perkumpulan di lingkungan Nahdlatul Ulama seperti Rapat Mustasyar, rapat koordinasi antar Lembaga, Badan Khusus dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

(2) Keputusan rapat ini bersifat koordinatif, tidak mengikat dan dapat dikoreksi pada Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

(3) Administrasi rapat-rapat lain dilakukan oleh Pengurus Harian Tanfidziyah di semua tingkatan melalui kesekjenan/kesekretariatan.

(1) Setiap rapat harus memenuhi kuorum.

(2) Rapat dianggap kuorum apabila dihadiri oleh setengah lebih satu dari jumlah peserta rapat yang seharusnya.

(3) Apabila Ayat (2) tidak tercapai, rapat ditunda selama 1x30 (satu kali tiga puluh) menit untuk menghadirkan peserta.

(4) Rapat dianggap kuorum dan sah setelah batas waktu penundaan berakhir.

(5) Peserta rapat yang memberitahukan ketidakhadirannya secara lisan atau tertulis dianggap hadir untuk memenuhi syarat kuorum.

(1) Teknis administrasi rapat-rapat dilakukan oleh Pengurus Harian Tanfidziyah melalui kesekjenan/kesekretariatan.

(2) Segala peraturan yang bertentangan dengan Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama ini dinyatakan tidak berlaku lagi.

(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama ini akan diatur kemudian oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

(2) Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 20 Syawal 1443 H/21 Mei 2022 M